Redesain Kurikulum Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Lampung

Pemahaman tentang konsep MBKM  dimaksudkan  untuk  pemenuhan  masa dan beban belajar bagi mahasiswa pada Program Studi Ilmu Komunikasi    dengan mengikuti seluruh proses pembelajaran pada  program studi (prodi) di perguruan tinggi sesuai masa dan beban belajar. Mahasiswa dapat pula mengikuti proses pembelajaran untuk memenuhi sebagian masa dan beban belajar di prodi dan sisanya di luar prodi.

Prodi Ilmu Komunikasi dalam memahami konsep MB-KM tersebut melakukan pengembangan  kurikulum  yang  sesuai,  mencakup  perencanaan,  proses pembelajaran, penilaian, dan evaluasi pembelajaran termasuk mekanisme dan prosedur konversinya, serta penjaminan mutu yang berbasis pada Capaian Pembelajaran Lulusan program studi. Kegiatan pengembangan tersebut berupa workshop redesain kurikulum.

Dekan FISIPOL UML Zulman Barniat, S.Sos., M.I.P dalam sambutanya menyampaikan bahwa kegiatan workshop ini dilaksanakan selama dua sesi, pertama dilaksanakan secara daring dengan mengunakan aplikasi zoom, lalu sesi kedua akan dilaksanakan pada tanggal 12 dan 13 oktober 2020 dan dilakukan secara luring mengenai workshop redesain kurkulum prodi ilmu komunikasi untuk merumuskan kurikulum merdeka balajar kampus merdeka, melalui workshop ini dan asistensi diharapkan semua pihak dapat memberikan masukan dari para dosen, mahasiswa, alumini dan stakeholder yang terlibat dalam kegiatan ini. Sehingga dapat merumuskan kebijakan untuk prodi ilmu komunikasi UML. Katanya.

Fakultas berharap dukungan Rektorat yang terkait penyelenggaraan kebijakan kampus merdeka ini. Kita harus mulai begaimana menterjemahkan permen no 3 tahun 2020 agar semua baik itu pimpinan dosen mahasiswa untuk saling bersinergi dalam rangka memiliki lulusan yang berkompetensi dan berkualifikasi bagi stakeholder. Agar mahasiswa tidak terlalu lama ketika lulus dapat langsung diterima oleh stakeholder. Pungkasnya.

Rektor UML Dr, Dalman, M.Pd. dalam sambutan sekaligus membuka workshop  menjelaskan bahwa  Kebijakan Kampus Merdeka merupakan langkah awal dari rangkaian kebijakan untuk perguruan tinggi. Secara garis besar, kebijakan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi lulusan (baik soft skills maupun hard skills) agar lebih siap dan relevan dengan kebutuhan zaman karena melalui berbagai program berbasis experimental learning ini mahasiswa difasilitasi untuk dapat mengembangkan potensinya sesuai dengan minat dan bakatnya masing-masing. Oleh karena itu, mereka juga dituntut untuk mengembangkan kemandirian dengan terjun langsung ke lapangan untuk mencari dan menemukan pengetahuan serta pengalaman melalui kenyataan lapangan seperti kualifikasi kemampuan, permasalahan nyata, kolaborasi-interaksi sosial, pengelolahan/manajemen diri, target dan pencapaian.

Melalui kegiatan workshop ini diharapkan dapat dirumuskannya pengembangan kurikulum sehingga terakomodir konsep Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM), mengembangkan konsentrasi (peminatan) di bidang komunikasi lainnya, dan memberikan pilihan ruang belajar yang lebih luas kepada mahasiswa agar dapat memperoleh pengalaman belajar serta dapat mengembangkannya.

“perlu sekali penyesuaian dalam melihat kebutuhan masyarakat dan stakeholder karena ini merupakan suatu keniscayaan kampus harus melihat keinginan mahasiswa dan stakeholder dalam melaksanakan merdeka belajar kampus merdeka, sehingga mahasiswa ilmu komunkiasi mampu membawa bangsa indonesia ini menjadi bangsa yang berkemajuan dan berjaya.” Ujarnya

Wulan Suciska, M.Si sebagai pemateri kegiatan workshop menjelaskan tentang strategi menyesuiakan kurikulum MBKM menuju akreditas unggul. Diantaranya pertama, memperbarui Visi Misi prodi yang berorintasi output-outcome dan scientific vision. Kedua, memperkuat jaringan kerjasama dengan stakeholder dalam meningkatkan komptensi dan isi cakupan kurikulum bersumber luaran dengan menyesuaikan kebutuhan pasar kerja dan pengembangan IPTEK terbaru. Juga bersedia menerima mahasiswa dalam program magang dan rekrutmen bagi lulusan prodi. Kerjasama dengan PT unggul juga dperlukan. Ketiga, menyusun dan menerapkan basis kurikulum berbasis luaran dengan tersedianya profil lulusan, capaian pembelajaran, RPS Lengkap. Keempat, disediakan opsi 3 semester dalam kurikulum bagi mahasiswa untuk dapat belajar mandiri diluar kampus dan bisa menerima mahasiswa dari luar prodi. Kurikulum juga terbuka dalam cakupan 8 kegiatan merdeka belajar. Kelima, penyiapan pembelajaran berbasis Student Centered Learning yang menyinergikan antara hard dan soft skill didalam dan luar kampus. Keenam, meningkatkan kompetensi dosen tidak saja yang sesuai isi kurikulum, namun juga mampu membuka kerjasama dengan users sebagai mitra kerja ang berguna untuk mahasiswa prodi. Terakhir, ketujuh yaitu menyiapkan materi-materi perkuliahan yang bias diakses secara bersama oleh mahasiswa diluar prodi.