Perdana, Universitas Muhammadiyah Lampung Selenggarakan BIMTEK DPRD OKU Selatan

Bandarlampung. LP3M Universitas Muhammadiyah Lampung dipercaya oleh BPSDM kemendagri untuk menyelenggarakan kegiatan Bimtek bagi anggota DPRD Kabupaten OKU Selatan. Tempat pelaksanaan bimtek di Hotel Swissbell Kota Bandarlampung dengan mengusung tema “Urgent Bimbingan Teknis DPRD Masa Sidang I Tahun 2020”. dan dilaksanakan sejak tanggal 14 hingga 17 Okotober 2020. Bimtek dihadiri oleh Ketua DPRD Kabupaten OKU Selatan Bapak Heri Martandinata,  Wakil ketua I Yohana Yuda Yanti,  dan Wakil ketua II Carles Minarko. Kemudian ada 37 orang anggota DPRD OKU Selatan.

Dr. Dalman, M.Pd. selaku Rektor Universitas Muhammadiyah Lampung sekaligus penyelenggara bimtek dalam sambutanya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya nya kepada Bapak/Ibu Anggota Dewan OKU Selatan yang menyempatkan waktu untuk hadir dan mengikuti kegiatan Bimtek. Kegiatan ini merupakan sinergitas antara DPRD OKU Selatan , BPSDM Kemendagri dan Universitas Muhammadiyah Lampung. Pelaksanaan kegiatan bimtek ini terselengara atas surat rekomendasi BPSDM Kemendagri tertanggal 17 Juli 2020 nomor 895.3/4007/BPSDM tentang pelaksanaan pendalaman tugas bagi pimpinan dan anggota DPRD Provinsi dan Kabupten/Kota dalam tatanan adaptasi kebiasaan baru. Ujarnya.

“Ini merupakan suatu kebanggaan dan kehormatan bagi UML yang telah dipercaya oleh DPRD Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan untuk menyelengarakan Bimtek karena Bimtek ini adalah bimtek perdana dari luar Provinsi Lampung yang diselenggarakan oleh UML.” Imbuhnya.

Penyelenggaraan pendalaman tugas ini akan dilakukan dengan model Blended Learning atau klasikal, maka wajib berpedoman pada Keputusan Menteri Dalam Negeri nomor 440-842 tahun 2020 tanggal 31 Mei 2020 tentang perubahan atas kepmendagri nomor 440-830 tahun 2020 dan Keputusan Menteri Kesehatan nomor HK.01.07/Menkes/382/2020 tanggal 19 Juni 2020, dimana protokol kesehatan covid-19 harus diterapkan secara maksimal. Katanya.

Pelaksanaan bimtek ini selalu memperhatikan tempat pelaksanaan pendalaman tugas dan dilaksanakan pada daerah dengan kategori zonasi risiko tidak terdampa atau risiko rendah, berdasarkan data zonasi risiko yang dikeluarkan oleh pihak berwenang dalam penanganan covid-19. Kemudian, jumlah peserta dalam kegiatan tidak lebih dari 50 orang dan memastikan peserta dalam kondisi sehat, peserta bimtek wajib pakai masker dan pakai handsanitizer. Tandasnya.

“Saya mengajak Bapak dan Ibu Anggota DPRD OKU Selatan untuk mengikuti kegiatan bimtek ini dengan seksama dan berharap agar kegiatan ini dapat terlaksana dengan lancar tanpa ada kendala, agar supaya apa yang disampaikan oleh pemateri dapat berguna bagi para anggota dewan dan masyarakat OKU Selatan khususnya.” Kata Dalman pada hari Kamis (15 /10/2020).

Ketua DPRD OKU Selatan dalam sambutanya yang diwakili oleh wakil ketua I Ibu Yohana Yuda Yanti, SE menyampaikan dan meminta bahwa  walau maklumat kapolri serta beberapa aturan kementrian sudah dicabut perihal pengumpulan orang banyak, namun semua anggota DPRD OKU Selatan untuk tetap harus melaksanakan protokol kesehatan selama dalam kegiatan Bimtek diantaranya memakai masker, menggunakan handsanitizer dan menjaga jarak. Katanya.

“Atas nama DPRD Kabupaten OKU Selatan mengucapakan terima kasih kepada Rektor UML Bapak Dr. Dalman, M.Pd.  yang telah menyelenggarakan bimtek ini. Sekali lagi terima kasih karena bimtek DPRD OKU Selatan di support oleh LP3M UML dan BPSDM kemendagri. Saya berharap hasil dari bimtek ini dapat diaplikasikan bagi masyrakat Kabupaten OKU Selatan.” Pungkasnya.

Sesuai tema kegiatan bimtek, LP3M Univesitas Muhammadiyah Lampung sebagai penyelenggara kegiatan mendatangkan pemateri / narasumber dengan mempertimbangkan pengalaman pemateri sehingga subtansi / materi yang disampaikan dapat meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan kemampuan anggota dewan.  Vivin Gunawan, S.STP., M.A. dari Dirjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri yang menyampaikan materi tentang “Kebijakan Sistem Informasi Pemerintahan Daerah”.

Dalam pemaparan materi yang di sampaikan oleh narasumber Bapak Vivin menjelaskan latar belakang permasalahan umum mengenai urgent bimtek DPRD Masa Sidang I tahun 2020 ini adalah pertama, data-data pembangunan tidak lengkap dan tersebar di masing-masing daerah, Kedua, perencanaan pembangunan didaerah belum sepenuhnya dilandaskan pada data dan informasi yang akurat, Ketiga. Perencanaan pembangunan yang tidak tepat sasaran, Keempat, Data perencanaan dana data penganggaran tidak saling terhubung, Kelima, Jumlah variasi aplikasi perencanaan dan keuangan terlalu banyak dan berbeda disetiap daerah sehingga sulit diintegrasikan, Keenam, Tidak semua aplikasi memilki alur proses sesuai dengan peraturan terkini, Ketujuh, Sebagian besar aplikasi hanya digunakan sebagai alat untuk menyusun laporan spesifik, Kedelapan, Beragamnya variasi kodefikasi program kegiatan dan kode rekening pada level pemda yang mempersulit agregasi data.  (BA/HMS)