Rumah Jurnal Universitas Muhammadiyah Lampung Selenggarakan Workshop Pengelolaan OJS

Bandarlampung. Rumah Jurnal Universitas Muhammadiyah Lampung selenggarakan workshop pengelolaan jurnal ilmiah Online Jurnal System. pelaksanakan workshop ini pada 26 Oktober 2020. Tema workshop “ Peningkatan Profesi Pengelola Jurnal Ilmiah Menuju Jurnal Terakdetasi Nasional”. Kegiatan ini diselenggarakan di ruang pertemuan lantai dua (2) Universitas Muhammadiyah Lampung.

Dalam Laporanya sebagai penyelenggara kepala Rumah Jurnal dan Lab. Komputer Bapak Olan Maulana, M.Pd.I menjelaskan bahwa hari ini kita akan melaksanakan workshop yang berkaitan dengan pengeloalaan jurnal. Jurnal ini terbentuk diakhir tahun 2018 atas permintaan Rektor UML Dr. H. Dalman, M.Pd. Pada tahun 2018-2019 kita mulai gunakan Online Jurnal System (OJS). workshop ini diadakan dalam rangka untuk peningkatan SDM pengelolaan Jurnal atau OJS dilingkungan kampus. Saat ini , Jurnal UML terdiri dari dua belas  jurnal ilmiah dari berbagai program studi. Jurnal yang ada di UML yaitu jurnal physche dalam proses ke SINTA akreditasi. Pada tahun 2021 seluruh jurnal di UML ini harus masuk SINTA atau terakreditasi semua, itu harga mati. Jelas olan.

“Jumlah peserta workshop OJS ini sebanyak tiga puluh enam (36) peserta yang diwakili masing-masing pengelola jurnal sebanyaka tiga (3) orang yang teridri dari dua (2) orang pengelola jurnal dan kaprodi untuk mengontrol proses pengelolaan jurnal.” Jelas Olan Senin (26/10/2020).

Kepala LP3M UML Dr. Mardiana, M.Pd.I. dalam sambutanya menuturkan bahawa jurnal ini sesuatu yang saat penting maka ke-12 jurnal harus ditingkatkan salah satunya jurnal psikologi yang saat ini sedang menuju proses akreditasi. Harapanya jurnal di prodi lain dapat mengikuti jejak jurnal psikologi UML.

“Dosen harus telaten dalam tulis menulis, karena dosen diharuskan menulis dan mempubilkasi tulisan-tulisannya. Dalam workkshop ini diharapakan para pengelola jurnal untuk dapat berdiskusi langsung dengan pemateri.” Jelasnya.

Dr. Dalman, M.Pd. dalam sambutanya menyatakan penglola jurnal harus dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawab kita yang merupakan amanah dari persayrikatan. OJS merupakan keniscayaan bagi kita semua. Rektor berharap kepada seluruh dekan dan kaprodi untuk memilki jurnal ilmiah atau jurnal prodi. Setidaknya, 60-40% dengan kata lain misalnya ada tujuh (7) artikel setiap terbitan nya maka maksimal 3 dari internal sisanya dari luar provinsi lampung stidaknya ada tiga (3) provinsi yang berbeda maka dapat dianggap jurnal nasional. Dengan adanya workshop ini diharapkan OJS nya dapat memiliki kredibilitas yang tinggi dan diakui tidak hanya di level nasional tetapi juga level internasional. Ujar dalman.

Dalman berharap seluruh jurnal yang ada di lingkungan UML dapat terakdertitasi sehingga ini menjadi peluang bagi dosen untuk berkarya. Dengan adanya OJS ini akan mempermudah para dosen untuk mengurus kepangkatan atau jenjang jabatan akademik dosen. Di akhir 2021 semua jurnal yang ada dilingkungan UML sudah terakdetasi. Rektor juga meminta kepada pengelola jurnal untuk membuat jurnal pengabadian kepada masyarakat. Katanya.

“Ayo kita tingkatkan kinerja kita dalam mengelola online jurnal sistem (OJS), tingkatkan etos kerja dalam mengelola jurnal, agar supaya jurnal yang ada di UML ini dapat menuju jurnal terakdreditasi nasional. Ujar Dalman sambil membuka kegiatan workshop.

Antomi Saregar, M.Si menjelaskan bahwa syarat untuk jurnal terakreditasi ada tiga (3) syarat utama yaitu memiliki: pertama, jurnal harus memiliki DOI kemudian Google Scholar dan terdaftar di portal garuda. Akreditasi jurnal ilmiah berlaku selama lima tahun, bagi jurnal yang akan mengajukan akreditasi baru, masa berlaku akreditasi dimulai sejak nomor terbitan yang dinilai baik. Jelasnya.

Sementara, Sovi Septania, M.PsI. Psikolog sebagai pemateri kedua dalam kegiatan workshop ini menyatakan bahwa pengelolaan jurnal di lingkungan Universitas Muhammadiyah Lampung memiliki tantangan tersendiri. Walaupun demikian, jurnal tetap menjadi salah satu kunci utama dalam pengembangan keilmuan melalui penelitian yang terdesiminasi sehingga pengelolaannya harus benar-benar dilakukan secara konsisten. Pengelolaan jurnal dapat dilakukan dengan memahami secara utuh melalui beberapa pengelolaan mendasar seperti pembuatan google scholars, Garuda, DOI sehingga proses akreditasi Sinta menjadi lebih terarah, khususnya bagi para pengelola jurnal. Katanya.