HMPS Ilmu Pemerintahan UML selengarakan Workshop Public Speaking

UML.AC.ID Salah satu softskill yang dibutuhkan adalah kemampuan berbicara di depan umum (public speaking) secara baik, karena hampir setiap hari kita berkomunikasi dengan banyak orang. Baik itu berbicara dengan orang lain, melakukan presentasi, maupun memberi pidato sambutan. Tetapi nyatanya, berbicara di depan umum masih menjadi momok yang menakutkan bagi sebagian orang. Terutama bagi mahasiswa yang sering menghadapi presentasi.

Melihat dengan adanya kebutuhan itulah HMPS IP UML berupaya memenuhi salah satu kebutuhan mahasiswa/i Universitas Muhammadiyah Lampung yaitu dengan mengadakan Pelatihan Public Speaking 2020/2021. Pelatihan ini diharapkan agar mahasiswa/i mampu belajar public speaking dengan baik dan akan membentuk pribadi yang lebih baik lagi dari sebelumnya sehingga kebutuhan mereka akan kemampuan berbicara di depan umum secara baik dapat terpenuhi.

Dengan mengusung tema “Explore Your Mind And Be A Good Speaker” kegiatan pelatihan ini dihadiri juga oleh Rektor UML Dr Dalman dan Kaprodi Ilmu Pemerintahan Eny Inti Suryani, M.IP serta dosen Prodi IP Nur Islam, M.IP. dimana pemateri pelatihan public speaking ini adalah alumni UML yang sudah malang melintang menjadi news anchor dan Master of ceremony dimana mana. (02/07/2021)

Rektor UML Dr Dalman, M,Pd dalam sambutanya mengatakan era seperti ini sangatlah dibutuhkan kemampuan berbicara di depan umum, karena di segala aspek kehidupan dan berorganisasi sangatlah menuntut seseorang untuk mampu berbicara di depan umum dengan baik, terutama bagi para mahasiswa sebagai penyambung lidah masyarakat sekaligus mencerminkan pribadi akademisi yang baik.

Public speaking berfungsi untuk menyampaikan informasi kepada orang lain, melakukan presentasi, dalam kegiatan rapat organisasi, MC, ataupun dalam pertemuan informal.” Ujarnya.

Sementara, Kaprodi IP Eny Inti Suryani, M.IP mengatakan bahwa berbicara di depan umum masih menjadi momok yang menakutkan bagi sebagian orang. Terutama bagi mahasiswa yang sering menghadapi presentasi. Melalui pelatihan ini saya mengajak para mahasiswa untuk fokus belajar dan mengikuti kegiatan dengan seksama. Ujarnya.

“Tidak sedikit pula mereka yang berbicara di depan umum tetapi tidak memperhatikan gaya bahasa, body language, costume, dan intonasi. Padahal semua itu diperlukan agar audience tertarik kepada pembicara”. Tandasnya.

Sementara Ponita Dewi, S.I.Kom sebagai pemateri mengungkapkan rasa bangga bahwa ia dapat berbagi pengetahuan kepada adik-adik tingkat di Universitas Muhammadiyah Lampung khususnya di prodi Ilmu Pemerintahan. (Bastian-Humas)