Cendol Lele : Produk Minuman Berbahan Dasar Ikan Lele Yang Nikmat

UML.AC.ID – Pekon Mulyorejo Pringsewu Lampung merupakan kawasan perdesaan yang bersifat agraris dengan mata pencaharian sebagian besar penduduknya terutama pada sektor pertanian, perikanan dan perkebunan. Salah satu hasil perikanan yang dipelihara adalah ikan Lele. Selama ini ikan lele banyak dikonsumsi oleh masyarakat sebagai lauk yang bergizi dan tinggi protein.

Ketersediaan ikan lele yang cukup menjadi salah satu alasan bagi ibu-ibu Kelompok Pengolahan dan pemasaran (Poklahsar) Berkah Makmur untuk membuat inovasi ikan lele menjadi produk makanan yang berbeda yang dapat dinikmati oleh semua kalangan yaitu dengan mengolah ikan lele menjadi cendol lele. Selain itu, ikan lele  dibuat menjadi produk makanan ringan lainnya.

Tim pendampingan PKM dari Universitas Muhammadiyah Lampung terdiri dari Dr. Dalman, M.Pd., Moh Fakhrurozi, M.E.Sy. dan Warsiyah, M.E.Sy serta Noorikha Pandayahesti Saputeri, M.E. Dalam masa pandemic covid-19, kegiatan langsung ke lokasi (Pekon Mulyorejo) dilaksanakan pada tanggal 01 Maret 2022.  Kelompok Pengolahan dan pemasaran (Poklahsar) Berkah Makmur diketuai oleh ibu Martiyah telah membuat inovasi ini sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Bahan-bahan untuk cendol lele banyak tersedia di pasar antara lain daging ikan lele, tepung tapioka (sagu), garam, jeruk nipis, santan kelapa dan gula aren.

Menurut ketua tim PKM Dr. Dalman, M.Pd., pendampingan diberikan agar inovasi yang telah dilakukan dapat terus berjalan dan perlu peningkatan kualitas pengemasan. Selain itu, agar dapat konsisten dalam mutu produk yaitu rasa dan komposisi produk. Katanya.

Cendol Lele : Minuman Nikmat berbahan dasar ikan lele ( Foto: M. Fakhrurozi )

“Untuk itu, resep cendol lele dibuat dan dibakukan sehingga setiap anggota kelompok yang membuat maka cita rasa cendol lelenya tidak berubah”. Imbuhnya.

Lanjut, dalam pendampingan kepada Poklahsar Berkah Mandiri ini, juga diberikan alat sealer cup (gelap plastic) sehingga minuman yang dikemas dalam gelas plastic tidak mudah tumpah dan praktis membawanya. Tandasya.

Sementara, M. Fakhrurozi anggota tim dalam kesempatan yang sama menjelaskan bahwa saat ini pemasaran cendol lele masih di lingkungan Mulyorejo saja terutama saat ada momen acara desa maupun pesanan warga. Jangkauan pemasaran pun juga terkendala daya simpan cendol lele yang tidak terlalu lama karena tidak menggunakan bahan pengawet.  

“untuk memperluas pasar keluar desa maka perlu dibuka outlet / cabang penjualan dan pengiriman cendol lele dalam keadaan dingin menggunakan styrofoam box dan es batu sehingga tidak merusak cita rasa dan dapat memperjang daya simpan cendol lele ketika tiba di tempat.” Harapnya. (Bastian/Humas/08117811414)