Kuatkan Tali Silaturahmi, Universitas Muhammadiyah Lampung adakan Halal Bihalal

UML.AC.ID – Dalam rangka menjaga tali silaturahmi, Universitas Muhammadiyah Lampung (UML) menggelar acara Halal Bihalal pada Jum’at (13/5). Kegiatan yang diselenggarakan secara luring di ruang pertemuan kampus I UML ini diikuti oleh segenap keluarga besar UML yakni para wakil rektor, dekan, kaprodi, dosen dan tenaga kependidikan.

Rektor UML, Dr. Mardiana, M.Pd.I mengemukakan hari raya idul fitri merupakan hari yang sangat agung dan istimewa. Itu dikarenakan kehadiran idul fitri menjadikan seluruh umat muslim kembali ke fitrahnya, termasuk keluarga besar UML.

“Izinkan kami pada kesempatan kali ini menjadikan idul fitri menjadi momentum untuk menemukan kembali fitroh kita, baik personal maupun kolektif, dan menjadikannya sebagai acuan untuk mewarnai semua aktivitas kita,” tuturnya.

“Atas nama manajemen, rektorat dan semua pimpinan, izin kami mengucapkan selamat idul fitri, mohon maaf jika selama berinteraksi ada ketidaknyamanan dalam bentuk kebijakan ataupun pelayanan,” ucapnya saat memberikan sambutan.

Rektor UML Dr. Mardiana, M.Pd.I. mengatakan perayaan Lebaran yang diisi halal bihalal itu menjadi momen membahagiakan setelah selama satu bulan penuh umat Islam termasuk insan kampus menjalankan ibadah puasa. Tandasnya.

Sementara Kepala PPSI UML Arizal Eka Putra mengucapkan terimakasih kepada seluruh jajaran dan rekan-rekan di Universitas yang telah memberikan perhatian terutama adanya acara Halalbihalal via luring ini, hal itu menambah rasa kekeluargaan keluarga UML.

“Ungkapan yang paling tepat disiang hari ini adalah ora salaman tetep seduluran, dengan adanya pandemi ini yang mungkin sudah dua tahun kita melaksanakan halal bihalal secara daring, tetapi tidak mengurangi rasa kekeluargaan kita satu sama lain,” ungkapnya singkat.

Sementara tausyiah halal bihalal disampaikan oleh Prof. Dr. Marzuki Noor, MS dengan tema “Memperkuat Ukhuwah untuk Kemajuan UML”.

Keberadaan kampus diinginkan bukan sekadar tempat menyebarluaskan ilmu dan pengetahuan. Lebih dari itu tak ada salahnya perguruan tinggi menjadi pusat dakwah keagamaan yang menyejukkan.

”Terutama sekali bagi kampus-kampus dibawah naungan perguruan tinggi Muhammadiyah (PTM). Jadilah pusat penyebaran ilmu dan pengetahuan yang ditambah lagi sebagai pusat aktivitas dakwah menyejukkan,” kata penceramah saat menjadi pembicara dalam kegiatan halal bihalal dan silaturahmi akademi di Kampus Universitas Muhammadiyah Lampung. Katanya.

Marzuki menambahkan kapasitas perguruan tinggi yang merupakan wadah penelitian, pengajaran dan pengabdian masyarakat akan dapat banyak membantu memberikan jawaban atas berbagai pertanyaan di tengah masyarakat mengenai ajaran Islam. Tambahnya.

Kampus bahkan dipandang dapat mencerahkan pemahaman umat mengenai ajaran agama ini melalui aktivitas riset, kajian akademi, penulisan ilmiah dan lain sebagainya.
Alhasil, melalui beragam metode ini muncul proses penyampaian dakwah di tengah masyarakat yang penuh pendekatan kemanusiaan dan menyejukkan hati. Tandasnya ( Bastian/Humas/08117811414)