Penundaan Usia Perkawinan Perlu Perhatian

 

Tanggamus, Penundaan Usia Perkawinan (PUP) di Desa Taman Sari, Kecamatan Pugung, Tanggamus, perlu mendapat perhatian khusus. Hal ini yang melatar belakangi Ikatan Lembaga Mahasiswa Psikologi Indonesia (ILMPI) wilayah I, untuk mengedukasi warga mulai dari orang tua, hingga remaja.

Koordinator ILMPI wilayah I, yang membawahi Sumatera Barat, Riau, Jambi, Sumatera Selatan serta Lampung, Aulia Sari, menyebutkan daerah yang menjadi sasaran ILMPI mengabdi kali ini merupakan daerah dengan angka pernikahan usia anak masih tinggi.

“Berdasarkan informasi aparatur desa setempat, ada remaja yang baru melangsungkan pernikahan sementara usianya masih 16 tahun, bahkan ada yang sudah melahirkan,” ujar Aulia yang merupakan mahasiswa Psikologi, Universitas Muhammadiyah Lampung, Senin (28/1).

Selain kurangnya pemahaman dari warga khususnya orang tua tentang edukasi pendewasaan usia perkawinan (PUP), pernikahan dini ini dipicu karena di Taman Sari sekolah yang ada hanya sebatas tingkat SMP, sementara untuk SMA sederajad harus bersekolah di luar kecamatan yang berjarak cukup jauh.

Disampaikannya, program pengabdian masyrakat yang di selenggarakan ILMPI ini bertujuan memberikan pembinaan kesehatan mental masyarakat. Kali ini yang dijadikan sasaran programnya dari anak hingga orang tua, remaja, dibantu Pusat Informasi dan Konseling (PIK) Wardah, Universitas Muhammadiyah Lampung.

 

“Untuk program anak-anak, Kami memberikan Sex Education dan juga pemanfaatan teknologi, termasuk cara menggunakan gadget dan internet cerdas yang baru masuk ke Desa Taman Sari,” imbuh Aulia.

Tidak hanya itu, pihaknya berkolaborasi bersama karang taruna dan pemuda setempat untuk bisa menggunakan internet dengan bijak, serta menekankan PUP, sharing dan membentuk Focus Group Discusion (FGD).

Kegiatan ini juga menghadirkan dosen psikologi Universitas Muhammadiyah Lampung, Farichah Noor Laila, S.Psi, sebagai pembicara bagi orang tua khususnya Ibu-ibu Desa Taman Sari, yang lebih fokus pada pembinaan keluarga remaja dan parenting.

“Mengutamakan Pendidikan, Kesehatan, dan Kesejahteraan yang terencana merupakan kunci suksesnya keluarga, serta mengurangi angka Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), dengan komunikasi yang baik,” ujar wanita berhijab yang akrab dipanggil Icha ini.

Sementara, salah satu warga yang mengikuti kegiatan tersebut, Asmi, menyambut baik pelaksanaan pengabdian daerah terluar, terdepan, tertinggal oleh ILMPI ini, Ia mengaku senang dan mendapatkan pencerahan terutama parenting.

“Alhamdulillah, kegiatan ini menambah pengetahuan kami sebagai orang tua, kedepan semoga akan ada banyak kegiatan lain yang bermanfaat bagi masyarakat Taman Sari,” tuturnya. (Humas_Len)