Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Lampung Lakukan KKN Internasional di Malaysia

UML.AC.ID – Kuliah Kerja Nyata (KKN) menjadi suatu hal yang wajib dilakukan oleh mahasiswa. Termasuk di dalamnya mahasiswa Universitas Muhammadiyah Lampung  yang telah diberangkatkan KKN sejak 25 Juli 2022. Namun, selain melepas mahasiswa untuk mengikuti KKN di desa-desa, UML juga menyebar mahasiswanya untuk mengikuti KKN di luar negeri, yaitu salah satunya di Malaysia.

Mahasiswa Prodi S1 Psikologi semester enam, Sabila Izzati Maharani dan Cindy Febrialiana Elise  yang mengikuti KKN di Malaysia mengungkapkan, tempat mereka melaksanakan KKN merupakan wilayah yang mayoritas dihuni oleh warga Indonesia yang tinggal di Malaysia, tepatnya di Kampung Gombak, Selangor, Malaysia. Sabila  menambahkan, peserta KKN UML yang berada di Malaysia ada 2 orang.

Ia menjelaskan, peserta berangkat KKN pada 26 Juli. “KKN di Malaysia ini sedikit berbeda jadwal dari KKN regional, sebab kami harus mengurus visa dan jadwal pesawat,” ujarnya. Sabila mengungkapkan kegiatan peserta selama di sana adalah memberikan hal positif yang dapat membantu masyarakat untuk menjadi lebih baik seperti memberikan penyuluhan anti narkoba, melakukan pemberdayaan pemuda dengan kegiatan pelatihan menulis, membantu guru-guru pengabdian mengajar dan menyemangati anak-anak untuk pulang kembali ke Indonesia.

Sabila Izzati Maharani dan Cindy Febrialiana Elise Mahasiswa UML KKN Internasional tiba di KL International Airport Malaysia

Ia mengungkapkan respons masyarakat sangat baik dan menyenangkan, bahkan hingga anak-anak Indonesia di Kampung Gobak Selangor ini banyak meminta peserta untuk tinggal di tempat pengabdian lebih dari satu bulan, sementara kami melaksanakan KKN ini hanya 24 hari saja. Jelasnya.

“Sangat menyenangkan bisa melaksanakan KKN di Malaysia, karena dapat melihat warga Bugis dan Jawa yang ada di Malaysia yang tetap semangat untuk belajar dan mempertahankan nasionalisme meski lahir dan sudah lama tinggal di negeri tetangga,” Ujarnya.

Kepala LP3M UML Medi Yansyah, M.Pd. menjelaskan, KKN internasional merupakan KKN regular sama hal nya dengan program KKN yang sedang berjalan di Universitas Muhammadiyah Lampung saat ini. Jadi peserta ini tidak memilih atau mencari sendiri kelompok, apa yang akan dilakukan di sana mereka sudah tahu karena sebelum berangkat adik-adik mahasiswa ini sudah membuat rancangan program kerja, dan mereka tidak lagi perlu mencari-cari sponsor untuk membiayai pendanaan selama di tempat KKN.

Dirinya mengaku,  kendala yang dirasakan  yaitu tidak bisanya melakukan survei langsung, sebab peserta hanya bisa menanyakan tentang kondisi di sana kepada Konsulat Republik Indonesia di Malaysia, nah berbeda ya kalo di Indonesia kita survey dahulu tempat yang akan dijadikan lokasi KKN untuk mahasiswa. “Jadi sedikit sulit untuk menyesuaikan kegiatan dan program yang akan dilakukan,” katanya.

Sementara, Rektor Universitas Muhammadiyah Lampung Dr. Mardiana, M.Pd.I mengatakan, delegasi Universitas Muhammadiyah Lampung (UML) yang KKN di luar negeri merupakan langkah bagus, karena UML mempunyai cara berbeda dengan universitas lain. “Sebab, KKN biasanya dilakukan hanya di dalam  pelosok negeri saja. Dengan adanya KKN di luar negeri, tentu kita dapat melihat bagaimana kondisi masyarakat di sana, dan dapat membawa hal-hal yang baik dari sana, untuk dibawa kembali ke Indonesia, dalam hal pendekatan ke masyarakat maupun yang lainnya,” komentarnya. (Bastian/Humas/08117811414)